Biaya Periksa Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS 2024

Harga Kamar
Harga Kamar
Print PDF

Biaya Periksa Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS – Sebagai pasien Ibu hamil, tentunya memantau perkembangan Si Buah Hati di dalam rahim penting untuk dilakukan. Prosedur pemantauan tadi dapat dilakukan di beberapa Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan salah satunya adalah Puskesmas.

Sebagai penyedia fasilitas pelayanan kesehatan, Puskesmas memberikan kesempatan pemeriksaan kandungan bagi ibu hamil. Tentu saja prosedurnya bisa gratis selama Anda terdaftar sebagai anggota jaminan sosial. Namun, berapa biaya periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS?

Kendati berbayar, sebenarnya biaya periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS cukup terjangkau. Berbagai jenis pemeriksaan seperti USG, EKG, tes darah, serta tindakan lainnya cenderung memiliki harga lebih murah ketika dibandingkan dengan rumah sakit.

Supaya dapat membantu Anda mempersiapkan anggaran kesehatannya, maka Kami telah menyusun rincian biaya periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS. Bahkan jadwal serta hari apa yang tepat untuk melakukan pemeriksaan juga tersedia melalui pembahasan di bawah ini.

Jenis Pemeriksaan Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS

Jenis Pemeriksaan Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS

Selama menangani pasien Ibu hamil, pihak Puskesmas biasanya menyediakan berbagai jenis pemeriksaan kehamilan yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Tentunya pilihan tersebut akan berpengaruh pada nominal biaya pasca kegiatan periksa dokter kandungan berlangsung.

Adapun berbagai jenis pemeriksaan tersebut meliputi berbagai tindakan, mulai dari USG, EKG, cek darah, cek golongan darah, serta pengujian lainnya guna memastikan bahwa kondisi ibu serta janin dalam keadaan sehat. Semua aktivitas periksa kehamilan disediakan oleh pihak Puskesmas melalui Poli KIA.

Supaya dapat memberikan gambaran kegiatannya, berikut adalah daftar berbagai jenis pemeriksaan kehamilan di Puskesmas.

  • USG (Ultrasonografi)
    Jenis kegiatan periksa kehamilan menggunakan teknologi gelombang suara untuk membuat gambar yang menunjukkan bentuk serta posisi bayi.
  • Cek Gula Darah
    Jenis kegiatan periksa kehamilan berupa pengecekan kadar glukosa di dalam tubuh Ibu hamil.
  • Cek Golongan Darah
    Jenis kegiatan periksa kehamilan berupa pengecekan golongan darah dari pasien Ibu hamil.
  • Cek HBsAg
    Jenis kegiatan periksa kehamilan berupa pendeteksian antigen permukaan virus hepatitis B (HBV) di dalam darah Ibu hamil.
  • Tes HIV
    Jenis kegiatan periksa kehamilan berupa pengambilan sampel darah untuk mendeteksi adanya virus HIV di dalam tubuh Ibu Hamil.
  • Cek Protein Urine
    Jenis kegiatan periksa kehamilan untuk mengetahui adanya komplikasi preklampsia pada ibu hamil penyebab masalah kehamilan maupun persalinan.
  • Cek Reduksi Urine
    Jenis kegiatan periksa kehamilan untuk mengetahui adanya kadar glukosa di dalam urine.
  • Cek Fungsi Hati
    Jenis kegiatan periksa kehamilan berupa skrining kesehatan guna mengetahui kadar enzim SGOT serta enzim SGPT di dalam darah.
  • Tes Widal
    Jenis kegiatan periksa kehamilan berupa uji serologi untuk mendeteksi bakteri Salmonella Enterica penyebab munculnya penyakit Thipoid.
  • TPHA (Treponema Pallidum Hemagglutination)
    Jenis kegiatan periksa kehamilan berupa pengukuran kadar antibodi di dalam sampel serum pasien Ibu hamil ketika diduga terkena Sifilis.
  • EKG (Elektrokardiogram)
    Kegiatan periksa kehamilan pengecekan fungsi jantung hingga aktivitas kelistrikannya.
  • LED (Laju Endap Darah)
    Kegiatan periksa kehamilan berupa skrining darah dengan mengukur kecepatan eritrosit ketika menggumpal atau mengendap pada dasar tabung reaksi.
  • Cek Kolesterol
    Kegiatan periksa kehamilan berupa pengambilan sampel darah guna memeriksa kadar lemak, seperti kolesterol total, LDL, HDL, hingga trigliserida di dalam tubuh.
  • Ureum
    Kegiatan periksa kehamilan berupa pengecekan fungsi ginjal di dalam tubuh Ibu Hamil.

Anda bisa memilih berbagai jenis pemeriksaan kehamilan tanpa BPJS di atas sesuai kebutuhan maupun saran dokter kandungan. Adapun setiap opsi jenis pemeriksaan di atas nantinya memiliki nominalnya tersendiri sesuai ketentuan biaya periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS.

Baca Juga: Puskesmas Adalah, Pengertian, Fungsi, Prinsip dan Tujuan

Berhubung aktivitas periksa kehamilan secara berkala penting untuk dilakukan, maka pasien Ibu hamil perlu memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan selain biaya.

Jadwal Periksa Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS

Jadwal Periksa Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS

Supaya aktivitas periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS bisa berjalan optimal, maka Anda perlu mengetahui jadwal pemeriksaannya. Adapun waktu pemeriksaan nantinya sangat dipengaruhi oleh usia kandungan pasien Ibu hamil.

Berdasarkan pernyataan resmi dari March of Dimes yang merupakan organisasi nirlaba kesehatan ibu dan anak, jadwal periksa kehamilan di Puskesmas maupun sejumlah fasilitas kesehatan lainnya adalah sebagai berikut.

Jadwal Periksa Kehamilan Fase 1

Jadwal periksa pada fase 1 (umur kehamilan 4-28 Minggu) biasanya dilakukan sebulan sekali. Nantinya janin memiliki ukuran sebesar buah nanas, serta terjadi peningkatan fungsi organ maupun kemampuan fisik.

Jadwal Periksa Kehamilan Fase 2

Jadwal periksa pada fase 2 (umur kehamilan 28-36 Minggu) biasanya akan dilakukan 14 Hari sekali. Nantinya janin sudah memiliki bobot di kisaran 2,7 Kilogram serta seluruh organ-organ internal telah mencapai tahap sempurna.

Jadwal Periksa Kehamilan Fase 3

Jadwal periksa pada fase 3 (umur kehamilan 36-41 Minggu) biasanya akan dilakukan setiap pekan. Umumnya janin akan memiliki bobot sampai 3,6 Kilogram serta sudah siap dilahirkan didukung dengan hasil pemeriksaan kedepannya.

Silakan lakukan periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS berdasarkan usia atau umur kandungannya. Anda bisa menjalani sesi periksa kehamilan tanpa BPJS di Puskesmas pada hari Senin – Jumat pukul 07.30 – 16.00 WIB atau setiap hari di Puskesmas yang memiliki layanan rawat inap 24 Jam.

Prosedur Periksa Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS

Prosedur Periksa Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS

Ketika melakukan periksa kehamilan sesuai jadwal, nantinya terdapat beberapa prosedur atau penanganan yang dilakukan oleh Dokter Kandungan. Adapun penanganan tersebut juga nantinya akan disesuaikan terhadap masa kehamilan dari pasien tanpa BPJS.

Supaya bisa mengetahui kegiatan penanganannya, berikut adalah beberapa prosedur periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS.

Periksa Kehamilan Pertama Tanpa BPJS

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan pertama tanpa BPJS.

  • Konfirmasi kehamilan pasien oleh dokter kandungan.
  • Melakukan estimasi terhadap durasi kehamilan serta waktu jatuh temponya.
  • Periksa kehamilan melalui pemindaian USG ketika proses estimasi sulit dilakukan.
  • Pemeriksaan terhadap tekanan darah, tinggi serta berat badan pasien.
  • Sesi konsultasi mengenai kesehatan ibu dan anak.
  • Menjalani sesi tes darah, kekebalan Rubella, Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, Klamidia, hingga HIV.
  • Menjalani Tes urine guna mengetahui kondisi kandung kemih atau adanya infeksi saluran kemih.
  • Menjalani sesi skrining guna mendeteksi adanya gejala Down Syndrom.
  • Menjalani sesi skrining serviks guna memeriksa adanya tanda-tanda kanker serviks.
  • Sesi tanya jawab dengan Dokter Kandungan maupun Bidan mengenai pola hidup.
  • Pemberian Buku KIA setelah melaksanakan periksa kehamilan pertama oleh pihak Puskesmas.

Periksa Kehamilan Usia 19-20 Minggu

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan usia 19-20 Minggu tanpa BPJS.

  • Periksa tekanan darah.
  • Pengukuran perut (palpasi) guna mengetahui pertumbuhan janin.
  • Periksa kesehatan pasien ibu hamil.
  • Periksa kehamilan via USG.

Periksa Kehamilan Usia 22 Minggu

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan usia 22 Minggu tanpa BPJS.

  • Periksa tekanan darah.
  • Pengukuran perut (palpasi) guna mengetahui pertumbuhan janin.
  • Periksa kesehatan pasien ibu hamil.

Periksa Kehamilan Usia 26-27 Minggu

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan usia 26-27 Minggu tanpa BPJS.

  • Periksa tekanan darah.
  • Pengukuran perut (palpasi) guna mengetahui pertumbuhan janin.
  • Periksa kesehatan pasien ibu hamil.
  • Periksa kadar gula darah melalui tes.

Periksa Kehamilan Usia 28 Minggu

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan usia 28 Minggu tanpa BPJS.

  • Periksa tekanan darah.
  • Pengukuran perut (palpasi) guna mengetahui pertumbuhan janin.
  • Periksa kesehatan pasien ibu hamil.
  • Periksa detak jantung janin beserta gerakannya.
  • Sesi perencanaan terhadap kelahiran bayi bersama Dokter Kandungan maupun Bidan.
  • Tes darah guna mengetahui adanya anemia serta pengecekan kadar trombosit darah.
  • Prosedur suntik Imunoglobulin Anti-D pada pasien Ibu hamil dengan golongan darah Rh negatif.
  • Menjalani sesi Vaksinasi Pertusis.
  • Menjalani tes urine guna melihat adanya tanda-tanda infeksi pada saluran kemih.

Periksa Kehamilan Usia 32 Minggu

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan usia 32 Minggu tanpa BPJS.

  • Periksa tekanan darah.
  • Pengukuran perut (palpasi) guna mengetahui pertumbuhan janin.
  • Periksa kesehatan pasien ibu hamil.
  • Menjalani tes urine guna melihat adanya tanda-tanda infeksi pada saluran kemih.

Periksa Kehamilan Usia 34-36 Minggu

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan usia 34-36 Minggu tanpa BPJS.

  • Periksa tekanan darah.
  • Pengukuran perut (palpasi) guna mengetahui pertumbuhan janin.
  • Periksa kesehatan pasien ibu hamil.
  • Periksa detak jantung janin beserta gerakannya.
  • Menjalani tes urine guna melihat adanya tanda-tanda infeksi pada saluran kemih.
  • Menjalani prosedur Streptococcus Grup B (GBS).
  • Prosedur suntik Imunoglobulin Anti-D kedua pada pasien Ibu hamil dengan golongan darah Rh negatif.
  • Pengamatan persentase posisi bayi terhadap pergerakan ke dalam panggul.

Periksa Kehamilan Usia 38-39 Minggu

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan usia 38-39 Minggu tanpa BPJS.

  • Periksa tekanan darah.
  • Pengukuran perut (palpasi) guna mengetahui pertumbuhan janin.
  • Periksa kesehatan pasien ibu hamil.
  • Periksa detak jantung janin beserta gerakannya.
  • Menjalani tes urine guna melihat adanya tanda-tanda infeksi pada saluran kemih.
  • Pengamatan persentase posisi bayi terhadap pergerakan ke dalam panggul.

Periksa Kehamilan Usia 40-41 Minggu

Berikut adalah prosedur periksa kehamilan usia 40-41 Minggu tanpa BPJS.

  • Periksa tekanan darah.
  • Pengukuran perut (palpasi) guna mengetahui pertumbuhan janin.
  • Periksa kesehatan pasien ibu hamil.
  • Periksa detak jantung janin beserta gerakannya.
  • Menjalani tes urine guna melihat adanya tanda-tanda infeksi pada saluran kemih.
  • Pengamatan persentase posisi bayi terhadap pergerakan ke dalam panggul.
  • Persiapan kelahiran (apabila belum menunjukan tanda, maka akan dilakukan periksa detak jantung bayi hingga kuantitas cairan di sekitarnya).

Semua informasi di atas adalah prosedur yang akan dijalani oleh pasien pemeriksaan kandungan di Puskesmas. Setelah mengetahuinya, Anda perlu mempersiapkan anggaran sesuai ketentuan biaya periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS.

Adapun selain biaya, Anda juga perlu mempersiapkan syarat periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS, yaitu KTP serta Buku KIA (jika diperlukan). Alhasil, proses registrasi maupun pendaftaran pasien bisa berjalan lancar.

Rincian Biaya Periksa Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS

Rincian Biaya Periksa Kehamilan di Puskesmas Tanpa BPJS

Setelah mengetahui seluruh informasi penting mengenai prosedur pemeriksaan kehamilan, maka tibalah saatnya mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan jika tanpa BPJS. Nantinya nominal tersebut dapat dijadikan acuan guna mempersiapkan anggaran selama masa kandungan berjalan.

Selain itu, ketentuan biaya periksa kehamilan nantinya akan ditentukan oleh jenis pemeriksaan yang ditawarkan oleh pihak Puskesmas. Semakin banyak jenis prosedur periksa kehamilannya, maka semakin besar pula nominal pembayarannya kepada pihak Puskesmas.

Supaya dapat diketahui oleh seluruh masyarakat, berikut adalah rincian biaya periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS.

JENIS PROSEDUR BIAYA PERIKSA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TANPA BPJS
USG (Ultrasonografi) Rp 50.000
Paket Cek Darah Rp 200.000
Cek Golongan Darah Rp 15.000
Cek Gula Darah Acak Rp 20.000
Cek HBsAg Rp 20.000
Tes HIV Rp 75.000
Cek Protein Urine Rp 10.000 – Rp 15.000
Cek Reduksi Urine Rp 10.000 – Rp 15.000
Cek Fungsi Hati (SGOT – SGPT) Rp 50.000
Tes Widal Rp 30.000
TPHA (Treponema Pallidum Hemagglutination) Rp 50.000
EKG (Elektrokardiogram) Rp 30.000
LED (Laju Endap Darah) Rp 15.000
Kolesterol Rp 25.000
Tligiserid Rp 30.000
Ureum Rp 25.000

Setelah melihat rincian biaya pada tabel di atas, kini Anda sudah mengetahui bahwa biaya periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS ada di kisaran Rp 10.000 – Rp 200.000 tergantung jenis prosedur pemeriksaannya.

Contohnya adalah kegiatan USG (Ultrasonografi) di Puskesmas yang dibanderol dengan biaya mulai dari Rp 50.000 bahkan bisa gratis apabila pasien kehamilan memang memiliki BPJS. Sementara biaya periksa kehamilan tertinggi adalah paket cek darah yang bisa mencapai Rp 200.000.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Adalah, Pengertian, Tujuan dan Manfaat

Namun, perlu diingatkan bahwa biaya periksa kehamilan di Puskesmas tadi masih bisa berubah karena adanya kebijakan maupun peraturan terbaru. Itulah mengapa pantau informasi mengenai biaya pemeriksaan kandungan di Puskesmas tersebut secara berkala.

Kesimpulan

Kini Anda sudah mengetahui bahwa biaya periksa kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS ada di kisaran Rp Rp 10.000 – Rp 200.000 tergantung jenis prosedur pemeriksaannya. Jadi meskipun tanpa jaminan apapun, nominal periksa kandungan di Puskesmas masih cukup terjangkau.

Sekian pembahasan dari www.biayasehat.com mengenai biaya pemeriksaan kehamilan di Puskesmas tanpa BPJS. Apabila Anda masih penasaran dengan biaya pengobatan maupun pemeriksaan di fasilitas kesehatan lainnya, segera cek update terbaru dari Kami.